Dalam perencanaan keuangan keluarga, pengelolaan proteksi merupakan adegan yang tidak dapat dipisahkan. Idealnya, untuk sebuah keluarga perlu melaksanakan proteksi melalui pembelian polis asuransi.
Hal ini sesuai dengan fungsi pokok asuransi, yaitu memperlihatkan pemberian atas kerugian finansial terhadap individu atau obyek apabila terjadi risiko menyerupai sakit atau meninggal.
Proteksi dini terhadap keluarga sangat dianjurkan alasannya yakni coba anda bayangkan, apabila anda sebagai kepala keluarga yang masih dalam usia produktif dengan belum dewasa yang masih bersekolah kemudian meninggal dunia, maka kondisi keuangan keluarga anda menjadi terancam alasannya yakni hilangnya sumber penghasilan. Bahkan banyak sekali rencana keuangan yang telah anda susun mampu menjadi berantakan.
Dengan semakin baiknya kondisi perekonomian masyarakat dan tinggginya kesadaran orang untuk berinvestasi, maka sekarang beberapa perusahaan asuransi mulai mengenalkan produk asuransi berbasis investasi sebagai pilihan produk keuangan.
Pada dasarnya asuransi berbasis investasi yakni kombinasi 2 produk keuangan, yaitu asuransi jiwa berjangka dan produk investasi dana kelolaan dengan tetap menyebabkan asuransi jiwa sebagai produk utamanya menyerupai yang dituangkan dalam kontrak polis asuransi jiwa.
Dengan membeli polis asuransi jiwa, maka mahir waris akan menerima klaim manfaat apabila tertanggung yang disebutkan dalam polis meninggal dunia.
Porsi investasi di dalam polis asuransi jiwa pada dasarnya yakni dana kelolaan menyerupai mirip reksa dana. Dana kelolaan memiliki harga yang akan berubah setiap hari dan kepemilikan investasi ditandai dengan satuan unit.
Mengapa disebut asuransi berbasis investasi?
Dikarenakan semua satuan rupiah baik itu biaya asuransi, biaya administrasi, dan lainnya akan dikonversi kedalam unit. Pembayaran premi dari pemegang polis akan masuk kedalam rekening polis dan dana yang disetorkan dalam rupiah.Ilustrasi sederhananya, jikalau harga unit di hari tertentu yakni Rp. 1.000.
Pada bulan ini, anda setor premi sebesar Rp. 1.000.000, akan dikonversi kedalam unit. Nah, dalam rekening polis anda akan memiliki 1000 unit. Unit inilah yang kemudian dibagi menjadi dua bagian, yaitu untuk membayar biaya asuransi dan untuk membeli unit investasi.
Maka, jikalau biaya asuransi yang harus dibayarkan di bulan tersebut sebesar Rp. 200.000, rekening polis anda akan terdebit sebanyak 200 unit. Selisihnya, disetorkan untuk investasi.
Sebelum membeli polis asuransi berbasis investasi, nanti anda akan disuguhkan dengan simulasi ilustrasi pembayaran premi dan juga simulasi akumulasi saldo dana investasi.
Patut dicatat, angka-angka yang tertera di ilustrasi bukan jaminan. Artinya, apabila anda berencana setor premi selama 10 tahun, maka bukan berarti anda dijamin hanya setor selama 10 tahun. Anda mampu saja cukup menyetor selama 8 tahun, atau bahkan harus kembali menyetor di tahun ke-15.
Setiap bulan, pemegang polis akan melaksanakan beberapa hal yaitu, pembayaran biaya asuransi dan top-up investasi. Atas transaksi tersebut, maka laporan transaksi akan dikeluarkan setiap bulannya. Dalam laporan tersebut, pemegang polis dapat mengecek saldo unit yang tersedia, dan dapat menghitung berapa rupiah nilai investasi yang dimiliki ketika ini.
Apabila anda ingin mencoba berinvestasi sekaligus melaksanakan proteksi kepada keluarga, maka polis asuransi jiwa berbasis investasi mampu menjadi salah satu pertimbangan.
Meski tentunya biaya asuransi yang anda keluarkan mampu sedikit lebih mahal daripada asuransi tradisional, namun anda mampu menambahkan beberapa fitur manfaat kedalam polis ini. Dari sisi kepraktisan, asuransi jiwa berbasis investasi juga mengakomodasi pengelolaan arus kas alasannya yakni premi umumnya mampu dibayarkan secara bulanan.
Yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli asuransi
Jika anda tertarik untuk membeli polis asuransi berbasis investasi, maka perlu anda pertimbangkan beberapa hal berikut.- Fee jual dan fee beli. Pahami bahwa setiap pembayaran premi berarti anda juga membeli investasi dalam bentuk dana kelolaan. Investasi ini mengutip biaya beli dan biaya jual yang jumlahnya mampu berkisar antara 3% - 5% dari nilai transaksi.
- Biaya premi terhadap manfaat uang pertanggungan. Dalam hal membeli perlindungan, maka anda akan mencari nilai pertanggungan terbesar dengan biaya paling minimal.
- Kredibiltas perusahaan asuransi penerbit polis. Cari tahu informasi dan rekam jejak perusahaan asuransi yang akan anda beli polisnya. Pahami bahwa pembelian asuransi berbasis investasi ditujukan untuk jangka panjang.
Menjatuhkan pilihan pada asuransi berbasis investasi berarti anda memiliki 2 manfaat, yaitu akan manfaat besar pada perencanaan proteksi finansial keluarga sekaligus juga memperlihatkan manfaat bagi investasi anda.
Tetapi jikalau tujuan utama anda yakni berinvestasi, maka anda dapat mengalihkan ke produk investasi murni menyerupai investasi reksa dana dan jenis investasi lainnya.
Demikian informasi mengenai asuransi berbasis investasi yang dapat anda pilih sebagai adegan dari manajemen pengelolaan keuangan keluarga. Semoga bermanfaat dan memberi ide buat anda. Sumber http://www.panduaneka.com/

